Tindakan Pengelola Gedung Saat Terjadi Kebakaran

Saat terjadi kebakaran, pengelola gedung melalui Tim Manajemen Keselamatan Kebakaran memiliki tanggung jawab penuh untuk mengaktifkan prosedur tanggap darurat. Tujuannya adalah melindungi keselamatan penghuni, meminimalkan risiko korban, serta mengamankan aset gedung. Dokumen ini disusun sebagai panduan standar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan gedung.

  1. Deteksi dan Aktivasi Alarm

Pengelola gedung segera melakukan konfirmasi dan mengidentifikasi lokasi titik api melalui Fire Alarm Control Panel (FACP). Setelah terverifikasi, alarm kebakaran gedung diaktifkan untuk memberikan peringatan dini kepada seluruhpenghuni agar segera melakukan evakuasi sesuai prosedur.

  1. Upaya Pemadaman Awal

Tim Fire Brigade atau petugas keamanan gedung melakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau sistem hydrant jika api masih berskala kecil dan aman untuk ditangani. Petugas teknis Mekanikal dan Elektrikal (ME) memutus aliran listrik di area terdampak untuk mencegah korsleting atau bahaya lanjutan.

  1. Evakuasi Penghuni

Floor Warden pada setiap lantai mengarahkan penghuni menuju tangga darurat terdekat dan memastikan tidak ada penggunaan lift. Pendampingan khusus diberikan kepada penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Seluruh penghuni diarahkan menuju titik kumpul (assembly point) yang aman di luar gedung.

  1. Koordinasi dengan Pihak Eksternal

Pengelola gedung segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran melalui nomor darurat 113 atau 112. Apabila diperlukan, pengelola juga berkoordinasi dengan PLN untuk pemutusan total aliran listrik area gedung.

  1. Pendataan dan Keamanan Lokasi

Di titik kumpul, dilakukan pendataan dan penghitungan penghuni untuk memastikan tidak ada yang tertinggal di dalam gedung. Petugas terlatih melakukan penyisiran akhir apabila kondisi aman.

  1. Tindakan Pasca Kejadian

Pengelola gedung hanya mengizinkan penghuni kembali masuk setelah terdapat pernyataan resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran bahwa kondisi telah aman sepenuhnya. Selanjutnya dilakukan evaluasi dan pelaporan insiden sebagai bahan perbaikan sistem keselamatan.

Share this :